Siborongborong, Besok hari Sabtu, 12 Pebruari 2011, Pengurus Parsadaan Pomparan Borsak Mangatasi Nababan Boru Bere se Indonesia akan dikukuhkan di Depan Tugu Tuan Sirumonggur Nababan di Desa Sitabotabo, kecamatan Siborongborong. Nama-nama pengurus selengkapnya akan di umumkan besok di acara pengukuhan, demikian diungkapkan Ketua Umum PPBMNBB se Indonesia Dr Anthon Sihombing Nababan, MSc yang juga anggota DPR RI dan Ketua KTI Pusat kepada pemred web site nababan melalui facebook. (R Nababan)
Baca selengkapnya...
Jumat, 11 Februari 2011
Kamis, 10 Februari 2011
Kamis, 20 Januari 2011
Senin, 17 Januari 2011
Selasa, 09 November 2010
Aku datang untuk orang berdosa, bukan untuk orang saleh
Apakah Anda pernah berdosa?? Berapa kali sehari? 3 kali sehari, atau malah lebih?? Hari ini Yesus memanggil Matius, si pemungut cukai, menjadi pengikut-Nya. Yesus tidak segan-segan untuk makan bersama dengan para pendosa dan pemungut cukai. Tindakan Yesus itu dinilai merendahkan martabat para rabi dan ahli Taurat dari Kaum Farisi, karena mereka biasanya menghindar untuk makan bersama dengan orang yang mereka anggap berdosa.
“Dosa” menurut kaum Farisi dan ahli Taurat adalah tidak mentaati hukum dan adat istiadat keagamaan Yahudi. Orang yang dapat mentaati hukum itu adalah kalangan terbatas: para rabi, sementara umat tidak mungkin melaksanakan karena keterbatasan pengetahuan ataupun keuangan (untuk biaya membeli bahan persembahan di kenisah sesuai dengan aturan). Mereka membuat aturan dari mencuci tangan dan kaki sebelum makan, sampai soal penghormatan mutlak terhadap Hukum Sabat dengan tidak berbuat apapun juga. Pemungut cukai dianggap orang pendosa berat karena memang kerap kali menarik cukai di luar kewajaran. Namun mengapa Yesus memanggil Matius? Yesus mau menjungkirbalikkan jalan pikiran orang Farisi dan ahli Taurat yang beranggapan bahwa mereka dapat menyelamatkan diri sendiri dari hukuman kekal dengan usahanya sendiri berbuat baik, yakni ketaatan terhadap hukum Taurat dan adat istiadat Yahudi. Jadi orang yang tidak taat akan mengalami kebinasaan.
Sikap Yesus yang mau makan bersama dengan orang pendosa dan pemungut cuka mengubah radikal jalan pikiran “keselamatan” itu. Keselamatan bukan melulu diusahakan manusia melainkan pertama-tama karunia Allah yang serta merta cuma-cuma. Allah berinisiatif memanggil orang berdosa untuk kembali menjadi anak-Nya. Keselamatan itu buah kasih Allah yang maharahim. Karena itu, yang dimohon dari pihak manusia bukanlah kesombongan: merasa diri menjadi orang saleh, tetapi justru pengakuan sebagai orang berdosa. Bagaikan sebuah botol berisi air keruh, mustahil dapat diisi air jernih kalau tidak dikeluarkan dulu, demikian juga, hati manusia tidak mungkin dimurnikan kalau manusia tidak terbuka untuk dibersihkan hatinya oleh Allah.
Siapakah kita? Kita akan menjadi orang yang mengaku diri yang sakit dan berdosa dan mohon pengampunan, atau mengaku diri orang yang merasa sehat dan saleh sehingga tidak lagi membutuhkan Yesus?
Tuhan Yesus Memberkati.
Baca selengkapnya...
“Dosa” menurut kaum Farisi dan ahli Taurat adalah tidak mentaati hukum dan adat istiadat keagamaan Yahudi. Orang yang dapat mentaati hukum itu adalah kalangan terbatas: para rabi, sementara umat tidak mungkin melaksanakan karena keterbatasan pengetahuan ataupun keuangan (untuk biaya membeli bahan persembahan di kenisah sesuai dengan aturan). Mereka membuat aturan dari mencuci tangan dan kaki sebelum makan, sampai soal penghormatan mutlak terhadap Hukum Sabat dengan tidak berbuat apapun juga. Pemungut cukai dianggap orang pendosa berat karena memang kerap kali menarik cukai di luar kewajaran. Namun mengapa Yesus memanggil Matius? Yesus mau menjungkirbalikkan jalan pikiran orang Farisi dan ahli Taurat yang beranggapan bahwa mereka dapat menyelamatkan diri sendiri dari hukuman kekal dengan usahanya sendiri berbuat baik, yakni ketaatan terhadap hukum Taurat dan adat istiadat Yahudi. Jadi orang yang tidak taat akan mengalami kebinasaan.
Sikap Yesus yang mau makan bersama dengan orang pendosa dan pemungut cuka mengubah radikal jalan pikiran “keselamatan” itu. Keselamatan bukan melulu diusahakan manusia melainkan pertama-tama karunia Allah yang serta merta cuma-cuma. Allah berinisiatif memanggil orang berdosa untuk kembali menjadi anak-Nya. Keselamatan itu buah kasih Allah yang maharahim. Karena itu, yang dimohon dari pihak manusia bukanlah kesombongan: merasa diri menjadi orang saleh, tetapi justru pengakuan sebagai orang berdosa. Bagaikan sebuah botol berisi air keruh, mustahil dapat diisi air jernih kalau tidak dikeluarkan dulu, demikian juga, hati manusia tidak mungkin dimurnikan kalau manusia tidak terbuka untuk dibersihkan hatinya oleh Allah.
Siapakah kita? Kita akan menjadi orang yang mengaku diri yang sakit dan berdosa dan mohon pengampunan, atau mengaku diri orang yang merasa sehat dan saleh sehingga tidak lagi membutuhkan Yesus?
Tuhan Yesus Memberkati.
Senin, 11 Oktober 2010
Besok Mubes Nababan di Jetun Silangit
Siborongborong - Parriaan bolon (Rapat Pemilihan) Pengurus Borsak Mangatasi Nababan se Indonesia akan dilangsungkan hari Selasa (12/10) di Jetun Silangit Siborongborong. Thema “Idama denggan nai dohot sonangnai, molo dung pungu sahundulan akka narmahaha maranggi”, (Psalm 133, 1b). Ketua Parriaan bolon Drs Marulak Nababan, Sekretaris Panitia Setia Darma Nababan, S.Sos mengatakan rapat tersebut akan di hadiri pengurus setiap daerah dan tokoh2 marga nababan seluruh Indonesia , diharapkan pengurus baru yang akan dipilih dari generasi muda yang memberikan perhatian untuk memajukan persatuan dan kesatuan Nababan dan direncanakan pengurus terpilih akan di lantik di Tipang hari Rabu (13/10) sekaligus akan melaksanakan HUT partangiangan nababan pada hari Rabu (13/10) di Tipang, Humbahas. (r. nababan)
Baca selengkapnya...
Senin, 30 Agustus 2010
Debu Vulkanis Muncul Lagi dari Gunung Sinabung

Kabanjahe — Kepulan debu vulkanik keluar lagi dari kawah Gunung Sinabung, pukul 06.27 WIB, Senin (30/8/2010). Gunung yang semula tenang tiba-tiba saja kembali memuntahkan letusannya. Walau tidak disertai lava, munculnya debu vulkanik disertai gemuruh dan getaran hebat.
Kompas yang berada d Desa Beganding, Kecamatan Simpang Empat, merasakan getaran yang cukup hebat di sekitar lokasi. Beberapa warga segera mengevakuasi diri menggunakan kendaraan. (Kompas)
Baca selengkapnya...
Langganan:
Postingan (Atom)
