Senin, 15 Juli 2013
Rabu, 04 April 2012
Partogi Tapanuli Utara Dukung Bangkit P Silaban SE Maju di Pilkada Taput

Kamis, 12 Januari 2012
PBMNBB Indonesia
Pengurus Pusat/Pengurus Harian : Parsadaan Borsak Mangatasi Nababan Boru Bere (PBMNBB) se – Indonesia Periode 2011/2105 telah dikukuhkan oleh Ketua Umum Dr Capt Anthon Sihombing Nababan, SE, MM, MSc hari Sabtu, 12 Februari 2011 di Desa Sitabotabo, Kecamatan Siborongborong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Palintang ma pagabe tumandakkon sitadoan, horas ma hita jala gabe masipaolo-oloan. “HORAS MARTONGGO TU MULAJADI NABOLON”, Asa talu hita maralohon dongan, monang maralohon musu. Horas
PENASEHAT :
- Prof Dr Jatinar Nababan SH, M.Hum (Tangerang)
- St M Nababan, SmHk, (Pematang Siantar)
- Pdt Dr SAE Nababan, LID (Jakarta)
- dr Abiran SM Nababan, SpD, KGEH (Medan)
- Brigjen (Purn) TNI Sahala Nababan (Jakarta)
- Kolonel Inf Mangasa Nababan (Jakarta)
- St Drs BP Nababan (+) (Siborongborong)
- Drs AP Nababan (Medan)
- St Drs SP Nababan (Medan)
- Brigjen Pol Drs Marthin Samudera Ritonga (Jakarta)
- dr Jongker Nababan (Jakarta)
- dr Ruli Nababan (Bekasi)
- St Gr Saul Nababan (Tarutung)
DEWAN PEMBINA
- Ir Leo Nababan (Jakarta)
- Panda Nababan (Jakarta)
- Sukur Nababan, ST (Jakarta)
- Mayjen TNI Lumba Sianipar (Jakarta)
- Ir Edward Pangaribuan (Jakarta)
PENGURUS PUSAT/PENGURUS HARIAN
- Ketua Umum : Dr Capt Anthon Sihombing Nababan, SE, MSc,MM
- Ketua I : DR (HC) Liberty Nababan (Siborongborong)
- Ketua II : Jhon Viktor Nababan, SE, MAP (Medan)
- Ketua III : Drs Tanjung Nababan (Pematangsiantar)
- Ketua IV : Ps Rinaldy Nababan (Batam)
- Ketua V : Johan Nababan (Jakarta)
- Ketua VI : Kolonel TNI Djoel Mangihut Nababan, Si.P, MM (Jakarta)
- Ketua VII : Kolonel CPL Jhon Sihombing Nababan, SH (Bandung)
- Sekretaris Jenderal : Lesman Nababan, SE, MM (Jakarta)
- Wakil Sekretaris I : Drs Setya Dharma Nababan (Tarutung)
- Wakil Sekretaris II : Mansur Nababan (Medan)
- Wakil Sekretaris III : Drs Wesly Nababan, MPd (Pematangsiantar)
- Wakil Sekretaris IV : Pangihutan Nababan, SE (Batam)
- Wakil Sekretaris V : Alexander Gomgom Nababan (Jakarta)
- Bendahara Umum : Parlindungan Nababan (Jakarta)
- Wakil Bendahara I : JT Simanullang (Tarutung)
- Wakil Bendahara II : Sahat Nababan, SH (Jakarta)
DEPARTEMEN-DEPARTEMEN
I Departemen Pengembangan Organisasi dan Hukum
- Ketua : Binsar Nababan (Medan)
- Sekretaris : Ir Benpa Nababan (Sidikalang)
- Anggota : KDT Nababan (Kabanjahe)
- Anggota : Drs Toman Nababan, MSP (Medan)
- Anggota : Roida Nababan, SH, MH (Medan)
- Anggota : Goklas br Nababan ST (Jakarta)
- Anggota : Posma Nababan, SH (Pematangsiantar)
II Departemen Keagamaan dan Kerohanian
- Ketua : Pdt Dr. Bonar Nababan, MTh (Doloksanggul)
- Sekretaris : St J Nababan, SPd (Siborongborong)
- Anggota : Pdt Kancon Nababan, STh (Paranginan)
- Anggota : St Benget Nababan (Medan)
- Anggota : Pdt Rudi Nababan, STh (Medan)
III Departemen Adat Istiadat
- Ketua : St Jadippan Nababan (Siborongborong)
- Sekretaris : Kamaruddin Nababan (Lintongnihuta)
- Anggota : A. Darma Nababan (Tipang)
- Anggota : St UR Nababan (Medan)
- Anggota : Gr Sabam Nababan
IV Departemen Seni Budaya, Pariwisata dan Tenaga Kerja
- Ketua : Hasan Nababan (Jakarta)
- Sekretaris : Drs Husor Nababan (Kabanjahe)
- Anggota : A Rijal Nababan (Tipang)
- Anggota : Marusaha Nababan, SPd (Doloksanggul)
- Anggota : Tomu Nababan, SH (Pematangsiantar)
- Anggota : Togar Nababan (Jakarta)
V Departemen Generasi Muda, Olahraga dan Peranan Wanita
- Ketua : Ir Hisar Nababan (Nagasaribu/Doloksanggul)
- Sekretaris : Sondang Nababan (Medan)
- Anggota : Kades Asahan Nababan (Sitabotabo)
- Anggota : Juanda Nababan (Doloksanggul)
- Anggota : Usdek Nababan (Siborongborong)
- Anggota : Ridwan Nababan (Stasiun ALS Balige)
- Anggota : Tohom Nababan (Parapat)
VI Departemen Kesehatan
- Ketua : dr Ronal Nababan (Sarulla)
- Sekretaris : dr Poltak Nababan (Siborongborong)
- Anggota : dr POA Nababan (Aek Kanopan)
- Anggota : dr Kristo Nababan, SPKK (Medan)
VII Departemen Koperasi dan Dunia Usaha
- Ketua : Tunggul Nababan (Jakarta)
- Sekretaris : Sikkat Nababan (Sidikalang)
- Anggota : Kampung Asman Nababan (Lumbantongatonga)
- Anggota : Ir Jules Nababan (Lumbantongatonga)
- Anggota : St UR Nababan (Medan)
- Anggota : Tanjung Nababan (Medan)
- Anggota : Ir Torang Simanjuntak (Siborongborong)
VIII Departemen Pendidikan dan Sumber Daya Manusia
- Ketua : Drs Marulak Nababan (Siborongborong)
- Sekretaris : Danjor Nababan, SPd, MM (Balige)
- Anggota : Drs M Nababan (Medan)
- Anggota : Ramsel Nababan, SPd (Pahae)
- Anggota : Drs Robinson Nababan (Medan)
- Anggota : Drs Tornauli Nababan (Jakarta)
IX Departemen Teknologi Informasi (TI), Pertanian dan Perkebunan
- Ketua : SP Nababan (Tebingtinggi)
- Sekretaris : Ramlan Nababan, AMd (Lumbantongatonga/Tarutung)
- Anggota : Revansius Nababan, SP (Siborongborong)
- Anggota : St Rosarnot Nababan (Lumbantongatonga)
- Anggota : St Marudut Nababan (Lumbantongatonga)
X Departemen Humas dan Publikasi
- Ketua : Parlindungan Hutasoit SH (Tarutung)
- Sekretaris : Poltak Nababan (Doloksanggul)
- Anggota : Drs Pahala Nababan, MM (Medan)
- Anggota : Drs Marthin Nababan (Jakarta)
- Anggota : Pener Nababan (Tarutung)
Minggu, 13 Februari 2011
Jumat, 11 Februari 2011
Generasi Nababan akan Maju di Pilkada Tapanuli Utara
Besok Pengurus PPBMNBB di Kukuhkan
Kamis, 10 Februari 2011
Kamis, 20 Januari 2011
Senin, 17 Januari 2011
Selasa, 09 November 2010
Aku datang untuk orang berdosa, bukan untuk orang saleh
“Dosa” menurut kaum Farisi dan ahli Taurat adalah tidak mentaati hukum dan adat istiadat keagamaan Yahudi. Orang yang dapat mentaati hukum itu adalah kalangan terbatas: para rabi, sementara umat tidak mungkin melaksanakan karena keterbatasan pengetahuan ataupun keuangan (untuk biaya membeli bahan persembahan di kenisah sesuai dengan aturan). Mereka membuat aturan dari mencuci tangan dan kaki sebelum makan, sampai soal penghormatan mutlak terhadap Hukum Sabat dengan tidak berbuat apapun juga. Pemungut cukai dianggap orang pendosa berat karena memang kerap kali menarik cukai di luar kewajaran. Namun mengapa Yesus memanggil Matius? Yesus mau menjungkirbalikkan jalan pikiran orang Farisi dan ahli Taurat yang beranggapan bahwa mereka dapat menyelamatkan diri sendiri dari hukuman kekal dengan usahanya sendiri berbuat baik, yakni ketaatan terhadap hukum Taurat dan adat istiadat Yahudi. Jadi orang yang tidak taat akan mengalami kebinasaan.
Sikap Yesus yang mau makan bersama dengan orang pendosa dan pemungut cuka mengubah radikal jalan pikiran “keselamatan” itu. Keselamatan bukan melulu diusahakan manusia melainkan pertama-tama karunia Allah yang serta merta cuma-cuma. Allah berinisiatif memanggil orang berdosa untuk kembali menjadi anak-Nya. Keselamatan itu buah kasih Allah yang maharahim. Karena itu, yang dimohon dari pihak manusia bukanlah kesombongan: merasa diri menjadi orang saleh, tetapi justru pengakuan sebagai orang berdosa. Bagaikan sebuah botol berisi air keruh, mustahil dapat diisi air jernih kalau tidak dikeluarkan dulu, demikian juga, hati manusia tidak mungkin dimurnikan kalau manusia tidak terbuka untuk dibersihkan hatinya oleh Allah.
Siapakah kita? Kita akan menjadi orang yang mengaku diri yang sakit dan berdosa dan mohon pengampunan, atau mengaku diri orang yang merasa sehat dan saleh sehingga tidak lagi membutuhkan Yesus?
Tuhan Yesus Memberkati.
Senin, 11 Oktober 2010
Besok Mubes Nababan di Jetun Silangit
Senin, 30 Agustus 2010
Debu Vulkanis Muncul Lagi dari Gunung Sinabung

Kompas yang berada d Desa Beganding, Kecamatan Simpang Empat, merasakan getaran yang cukup hebat di sekitar lokasi. Beberapa warga segera mengevakuasi diri menggunakan kendaraan. (Kompas)
Baca selengkapnya...Sabtu, 28 Agustus 2010
Rekonstruksi Pembunuhan Ayah dan Anak

Rekonstruksi dilakukan di rumah korban di Dusun X Desa Simodong, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara. Dalam Rekonstruksi itu pihak kepolisian menghadirkan tersangka Resi Prayogi dan tiga orang saksi yang merupakan tetangga korban yakni Yenni Fatmawati, Jumirin dan Taufik Hidayat.
Rekonstruksi dilakukan sekitar satu jam lamanya tepatnya dari pukul 10.30 WIB hingga 11.300 WIB. Dalam rekontruksi, tampak tersangka yang didampingi penasehat hukumnya J Sihombing SH dan turut hadir pihak Kejaksaan Labuhan Ruku.
Tersangka memperagakan 10 adegan yakni mulai saat ia pulang ke rumah setelah bertemu pacarnya, lalu bertemu dengan korban, sampai menghabisi nyawa kedua korban setelah lehernya dibacok oleh tersangka dan menikamkan parang kepada kedua tersangka.
Dalam adegan Rekonstruksi terungkap, pada malam kejadian itu, setelah pulang berpacaran, sekitar pukul 22.30 WIB, tersangka lewat di samping rumah korban. Tiba-tiba tersangka ditegur korban Jaya Sukmana. Saat itu Jaya melarang tersangka melewati jalan tersebut. Bukan hanya itu, Jaya juga meludahi wajah tersangka.
Awalnya tersangka hanya diam mendapat perlakukan dari Jaya. Tersangka terus saja menuju ke rumahnya. Namun tak berapa lama, tersangka mendatangi korban Jaya Sukmana dengan tujuan meminjam parang.
Kepada Jaya, tersangka mengatakan ia meminjam parang karena ingin membersihkan lumpur yang lengket di sandal tersangka.
Tanpa curiga dan tidak memiliki prasangka buruk, korban Jaya Sukmana mempersilahkan korban untuk mengambil parang yang berada di dalam rumahnya. Korban dengan cuek kembali duduk di kursi semula i sambil nonton TV dan menelpon seseorang. Setelah dipersilahkan masuk, tersangka pun masuk ke rumah korban dan menutup kembali pintu rumah korban.
Kemudian tersangka mengambil parang yang hendak di pinjamnya tersebut. Mengetahui korban Jaya Sukmana tetap asyik duduk di bangku sambil nonton dan sedang menelpon seseorang, tiba-tiba tersangka teringat dengan perkataan korban yang selalu menghinanya dan meludahinya. Lalu timbul niat tersangka untuk menghabisi nyawa korban.
Tersangka kemudian diam-diam menghampiri korban dari belakang dan tersangka langsung membacok kepala dan leher kanan korban. Tanpa sempat mengelak dan melakukan perlawanan, Jaya langsung terkapar di lantai bersimbah darah dengan leher nyaris putus.
Mendengar ada suara ribut-ribut di ruang tengah, Poniran ayah dari Jaya Sukmana terkejut dan mendatangi asal suara keributan. Setelah sampai di ruang tengah, Poniran kaget melihat anaknya sudah terkapar bersimbah darah, dan Poniran melihat tersangka memegang parang yang masih basah oleh darah anaknya.
Lalu Poniran berteriak: “Apa yang sudah kau lakukan terhadap anakku.” Lalu teriakan Poniran dijawab oleh tersangka dengan nada dingin dan tersangka berkata kepada Poniran: “Biarkan saja, itulah akibat selalu menghinaku,” ujar tersangka.
Tanpa ingin berlama-lama dan tak ingin ada yang mengetahui perbuatan sadisnya, tersangka kemudian dengan sadisnya menyerang Poniran. Leher Poniran dibacok tersangka dan Poniran pun terkapar bersimbah darah.
Usai membantai ayah dan anak tersebut tersangka lalu meninggalkan kedua korban sambil membawa HP, parang yang digunakannya untuk menghabisi kedua korban.
Proses rekonstruksi yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Indrapura AKP A Manullang yang didampingi Kanit Reskrim Aiptu Tagam Simanjuntak menyedot perhatian ratusan warga.
Warga datang berbondong-bondong dan berusaha dengan segala cara untuk menyaksikan jalannya rekonstruksi. Tak sedikit warga yang naik ke atap rumah atau memanjat pohon agar bisa melihat Rekonstruksi tersebut.
Seusai rekonstruksi, pelaku dibawa petugas kepolisian meninggalkan TKP. Pelaku tampak berpakaian biru ciri khas tahanan, dengan tangan yang diborgol.
Sekedar mengingatkan, Jaya Sukmana dan ayahnya Poniran tewas dibunuh Resi Prayogi, Selasa (10/8) sekitar pukul 23.30 WIB. Keduanya ditemukan tewas dengan kondisi leher yang hampir putus, kepala terbelah. Pembunuhan tersebut terjadi di rumah korban. (Metro/mag-08)
Baca selengkapnya...Kamis, 26 Agustus 2010
Sekjen GPDI Pdt R Nababan MDiv, Sesalkan Perusakan Gereja HKBP di Bandar Pulau Asahan
Untuk itu, diharapkan agar pemerintah dan aparat penegak hukum/aparat kepolisian mengusut tuntas kejadian dengan meneliti dan menangkap orang yang terbukti melakukan perusakan Gereja HKBP dan kedai milik Parlindungan Nababan dan memprosesnya secara hukum. Namun, kepada umat Kristiani dan secara khusus jemaat HKBP di Bandar Pulau, Kabupaten Asahan jangan melakukan tindakan/perbuatan yang melanggar hukum, jangan bertindak emosional, tapi tetap sabar, tabah serta selalu mengutamakan damai dan kasih. Bahkan, jemaat HKBP Bandar Pulau agar menyerahkan penyelesaian pengusutan kejadian kepada pemerintah/aparat penegak hukum.
Sekaligus, Sekjen GPDI Pdt R Nababan MDiv mengharapkan kepada umat Kristiani dan secara khusus kepada jemaat HKBP Bandar Pulau semakin mempererat rasa persatuan dan persaudaraan bagi semua umat Kristiani untuk berdoa dan memuliakan nama Tuhan. Umat Kristiani harus komit memelihara ketertiban, ketenteraman dan kedamaian di Kabupaten Asahan dan secara khusus di Bandar Pulau.
Sementara itu, Ketua PGPI (Persekutuan Gereja Pentekosta Indonesia) Kota Pematangsiantar, Pdt B Manurung yang dihubungi melalui telepon, Selasa (24/8) menanggapi pemberitaan SIB, Selasa (24/8) berjudul “Bupati Asahan Imbau Provokator Perusakan Gereja HKBP di Bandar Pulau Menyerahkan Diri” dan sub judul “Dan bersedia mengganti kerusakan” menyambut gembira, salut dan berterima kasih kepada Bupati Asahan Drs H Taufan Gama Simatupang MAP atas kebesaran jiwanya yang menyatakan atas nama pemerintahan menyampaikan maaf kepada jemaat Gereja HKBP dan umat Nasrani yang ada di Asahan. Permintaan maaf itu sangat kita hargai dan dari segi iman Kristiani kita patut mendoakan beliau agar dikaruniai Tuhan hikmad kebijaksanaan, perlindungan, panjang umur serta sukses dalam melaksanakan pemerintahan untuk mensukseskan program-program pembangunan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat banyak.
Karena itu, umat Kristiani dan termasuk jemaat HKBP Bandar Pulau Asahan patut menerima permintaan maaf dari Bupati Asahan itu karena tujuannya sangat baik dan positif yaitu dalam rangka mewujudkan kedamaian dan kekondusifan di Kabupaten Asahan. Apalagi Bupati Asahan Drs H Taufan Gama Simatupang MAP juga menyampaikan “Tidak harus atas nama pemerintah, atas nama pribadi saya siap mengganti rugi kerusakan kaca nako, dan jendela yang rusak dalam waktu dekat ini,” karena hal itu menandakan kebesaran jiwa beliau demi menjaga keamanan dan ketertiban yang kondusif di Kabupaten Asahan.
Dan bahkan Bupati Asahan imbau agar provokator perusakan Gereja HKBP di Bandar Pulau Asahan menyerahkan diri kepada petugas, karena kejadian itu merupakan tindakan perseorangan yang disulut provokator yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya dan sampai saat ini belum mengetahui siapa provokatornya. Bupati Asahan Drs H Taufan Gama Simatupang MAP menambahkan sesuai pemberitaan SIB, Selasa (24/8) provokator ini harus dikejar untuk mengetahui siapa pelakunya dan apa motifnya.
Sekaligus Pdt B Manurung menyampaikan bahwa sesuai iman Kristiani kita harus tabah menghadapi kejadian dan menyerahkan penyelesaiannya kepada pemerintah dan aparat penegak hukum, bahkan harus mampu berdoa agar Tuhan mengampuni mereka yang terbukti melakukan perusakan Gereja HKBP Bandar Pulau dan membakar kedai rokok dan penjualan sparepart milik Parlindungan Nababan serta agar pelakunya mau bertobat dengan menyesali perbuatannya. (SIB/S1/h)
Senin, 05 Juli 2010
Minggu, 04 Juli 2010
Sabtu, 26 Juni 2010
Jumat, 25 Juni 2010
Jumat, 11 Juni 2010
Nonton "Ariel", Donna Agnesia Ngumpet

Diam-diam, dirinya dan sang suami, Darius Sinathrya, menonton video porno tersebut. Dia mengaku memang sengaja menonton video tersebut secara sembunyi-sembunyi agar tidak ketahuan kedua buah hatinya, Lionel dan Diego.
"Kalau sama anak-anak, aku setelin TV channel anak-anak. Baru deh kalo kita berdua di kamar, kita setel (video mesum). Biar enggak ketinggalan informasi," kata Donna saat ditemui di Plaza Indonesia, Jakarta, Kamis (10/6/2010).
Terkait peredaran video porno ini, Donna tak khawatir akan membawa pengaruh buruk bagi anak-anaknya. Pasalnya, saat ini kedua putranya masih kecil dan belum mengerti internet. Di sisi lain, Donna dan Darius justru memberikan pengetahuan seks kepada anak-anak. Menurutnya, ini dilakukan agar anak-anaknya tidak mendapatkan informasi yang salah nantinya.
"Memang lebih baik dijelaskan sedini mungkin, takutnya nanti malah salah dapat informasinya. Tapi harus sesuai dengan informasinya ya," paparnya. (ANI)
Jumat, 07 Mei 2010
Bupati Samosir Tinjau Lokasi Banjir Bandang di Sitio-tio
SAMOSIR- Bupati Samosir, Mangindar Simbolon meninjau lokasi banjir bandang di Desa Buntu Mauli dan Sabulan, Kecamatan Sitio-tio, bersama sejumlah anggota DPRD Sumut asal daerah pemilihan 8, Kamis (6/5). Mereka memberi semangat kepada keluarga korban berikut penduduk setempat.
Bupati mengatakan, bencana yang menewaskan dua orang plus tiga lainnya masih hilang, serta beberapa rumah rusak dan hanyut, seharusnya tidak perlu menimbulkan korban jiwa. Apabila dari awal pembangunan pemukiman di tepi sungai dihindari untuk mencegah penyempitan daerah aliran sungai (DAS).
Sekarang, pasca bencana ini, kata Bupati, masyarakat setempat sudah sepakat tidak merusak hutan di hulu sungai. Meskipun, sebenarnya di daerah ini tidak ada pembalakan hutan seperti diinformasikan beberapa elemen masyarakat. "Pada kesempatan ini kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu yang tidak benar," kata Bupati.
Bupati juga mengclearkan keberadaan alat berat industri pulp TobaPulp sejak, Minggu (2/5) kemarin, yakni 1 unit excavator, untuk membantu evakuasi para korban serta memperbaiki pemukiman yang rusak. "Saya meminta pihak TobaPulp membantu alat berat beroda besi, karena Pemkab hanya memiliki alat berat dengan roda karet, sehingga tidak mampu menjangkau lokasi bencana. Ternyata direspon dengan baik. Maka kita terimalah bantuan itu selagi diberikan secara ikhlas," kata Bupati di hadapan masyarakat, disaksikan anggota DPRD Sumut, di antaranya, Oloan Simbolon, Palar Nainggolan, Sopar Siburian, Tahonan Silalahi, Willer Pasaribu dan Rooslinda Marpaung.
Anggota DPRD Sumut itu menyampaikan pernyataan dukacita serta menghibur para keluarga korban sambil menyerahkan sumbangan berupa beras 3 ton, air mineral 100 kotak, mi instan 100 kotak serta uang tunai Rp30 juta. TobaPulp juga menyerahkan alat-alat masak seperti periuk, kuali, piring dan sendok senilai Rp7,6 juta sebagai tambahan atas bantuan sembako sehari setelah bencana, Jumat (30/4) lalu.
Acara diawali dengan upa-upa (tradisi Batak) kepada seluruh korban bencana oleh Bupati dan segenap anggota Dewan, diikuti Sekda Samosir, Ir Saibun Sirait serta seluruh jajaran SKPD Samosir, Wakapolres Kompol P Silaban dan Pabung Dandim M Simanjuntak. Sebelum makan bersama rohaniwan Gereja Pentakosta, Pdt Op Jimmy Sinaga menyampaikan jamita (firman Tuhan). Intinya, manusia harus selalu ingat kebesaran Tuhan, karena tiada daya dan upaya tanpa pertolonganNya. Kemudian, Camat Sitiotio, Mangihut Situmorang menyampaikan kronologi bencana.
Kabag Humas Humbahas: Banjir Murni Bencana Alam
Pernyataan Bupati Samosir agar meneliti dampak penerbitan Izin Pemanfatan Kayu Tanah Milik (IPKTM) oleh Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) terhadap banjir bandang di Samosir 29 April lalu, ditanggapi serius Kabag Humas Humbahas, Drs SDV Sihombing. Ia mengatakan, dalam hal ini tidak perlu ada yang harus disalahkan, kejadian itu murni bencana alam, karena situasinya tidak dapat diduga.
"Banjir banding yang menelan korban jiwa di daerah tetangga murni bencana alam. Kita harus menganalisi dan memberikan bimbingan kepada masyarakat, bukan mencari kambing hitam siapa yang salah. Yang akhirnya membingungkan masyarakat dan berpotensi menimbulkan konflik di tengah-tengah masyarakat," tegas SDV Sihombing kepada METRO, Kamis (6/5) di Humbahas.
Dalam hal ini, Pemkab Humbahas dengan pemerintah Kabupaten Samosir duduk bersama untuk mencari solusi, karena peristiwa itu murni bencana alam. "Perlu saya tegaskan, bencana itu murni bencana alam, sebelum ada fakta yang dikuatkan dengan survey dan penelitian," ungkapnya.
Senada dikatakan Ketua LSM Predikat Sumatera Utara, Asman Sihombing SH. Ia menyikapi, hal itu tidak perlu ditunjukkan kepada masyarakat secara terbuka. Artinya, jangan saling tuding menuding siapa yang mau disalahkan.
Akan tetapi, yang harus disalahkan adalah Menteri Kehutanan yang memberikan Hak Penguasaan Hutan (HPH) tanpa terlebih dahulu memikirkan dampak yang timbul dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Karena dampak dari itu semua seharusnya dilihat dari apa yang disebut dengan Analisa Dampak Lingkungan Hidup (Amdal), yang harus dipertanyakan dan harus diteliti kembali, apakah memang dalam memberikan HPH tersebut sudah diserta mertakan Amdal.
Baca selengkapnya...


